Di balik keberhasilan usaha kuliner di pelosok Sulawesi Barat, terdapat kisah inspiratif dari Herlina Sahran, pemilik UMKM "Herlina Kue Basah" di Mamuju. Berawal dari keterbatasan ekonomi, beliau kini dikenal sebagai produsen kue basah yang sukses dan menjadi inspirasi banyak pelaku usaha di daerahnya. Kisah Herlina Sahran membuktikan bahwa tekad, inovasi, dan kerja keras adalah kunci menuju kesuksesan, meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
Herlina Sahran lahir dan besar di Mamuju, Sulawesi Barat. Kehidupan keluarganya sederhana, jauh dari kemewahan. Namun, Herlina memiliki semangat pantang menyerah. Setelah menikah, beliau mulai membantu ekonomi keluarga dengan membuat kue basah secara sederhana dari dapur rumahnya. Modal awalnya sangat terbatas, hanya berbekal peralatan seadanya dan bahan baku yang dibeli dari pasar lokal.
Dalam keterbatasan itu, Herlina tetap bersemangat. Ia menjajakan kue buatannya ke warung-warung kecil dan menitipkan beberapa baki di sekolah-sekolah dan kantin perkantoran di Mamuju. Awalnya penjualan tidak seberapa, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, Herlina percaya jika usaha dilakukan dengan niat baik, hasilnya tidak akan mengkhianati.
Salah satu kunci sukses Herlina adalah inovasi dalam berkreasi rasa dan varian kue. Ia tidak hanya membuat satu jenis, tapi mencoba membuat berbagai jenis kue basah khas Bugis-Mandar, seperti barongko, jalangkote, kue lapis, dan onde-onde, disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Selain itu, beliau menjaga kualitas dengan menggunakan bahan-bahan terbaik, meski harus mengorbankan sedikit keuntungan agar pelanggan puas.
Selain itu, Herlina konsisten mempertahankan kebersihan dan penampilan kue agar selalu menarik ketika dipajang di etalase maupun ketika diantarkan ke pelanggan. Lambat laun, namanya mulai dikenal dan mendapat kepercayaan dari pelanggan.
Seiring perkembangan zaman, Herlina menyadari pentingnya pemasaran yang luas. Ia mulai belajar menggunakan media sosial untuk memasarkan produknya. Dengan bantuan sang anak yang lebih melek teknologi, Herlina Kue Basah mulai membuat akun Instagram dan WhatsApp Business. Melalui platform ini, ia bisa menerima pesanan dari pelanggan lebih banyak, khususnya saat ada acara ulang tahun, arisan, dan hajatan.
Digitalisasi membawa perubahan signifikan. Kini pesanan datang tidak hanya dari Mamuju kota, tapi juga dari daerah sekitar. Bahkan, beberapa pelanggan luar Sulawesi Barat seperti dari Makassar, pernah memesan saat berkunjung untuk oleh-oleh keluarga.
Herlina tidak sekadar berbisnis untuk mencari keuntungan, tetapi juga ingin membantu sesama. Ia mulai memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya sebagai tenaga produksi. Mereka dilatih untuk membuat kue dengan resep khas serta diberikan kesempatan mendapatkan penghasilan tambahan. Konsep berbagi rejeki ini menjadi filosofi usaha Herlina Kue Basah.
Herlina juga aktif mengikuti pelatihan UMKM dari pemerintah daerah, meningkatkan wawasan bisnis serta memperluas jaringan usaha. Ia percaya, UMKM bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah jika terus didukung dan dikembangkan.
Tidak ada perjalanan sukses tanpa hambatan. Herlina pernah mengalami penurunan omset drastis di awal pandemi COVID-19. Pesanan menurun, acara-acara dibatalkan, bahan baku langka dan harga naik. Namun Herlina tidak putus asa. Ia mengubah strategi: menawarkan kue dalam porsi kecil untuk konsumsi harian, memperbanyak varian frozen food agar tahan lama, serta aktif promosi online.
Tantangan lainnya adalah keterbatasan modal dan alat produksi. Namun berkat kegigihan dan keberanian mengambil pinjaman mikro dari koperasi, alat produksi bisa ditingkatkan, kapasitas produksi pun bertambah dan omzet kembali naik seiring pulihnya situasi.
Usaha Herlina Kue Basah akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat luas. Tahun 2023, Herlina Sahran terpilih sebagai salah satu pelaku UMKM inspiratif di Mamuju. Beberapa prestasi dan pencapaiannya antara lain:
Produk Herlina Kue Basah kini tidak hanya dijual di warung-warung lokal tapi juga di pusat oleh-oleh Mamuju dan beberapa kafe modern. Beberapa varian andalannya bahkan pernah dipesan dalam jumlah besar untuk kebutuhan event dan festival daerah.
Kisah Herlina Sahran memberikan banyak pelajaran berharga. Inilah beberapa kunci keberhasilan yang bisa dipetik dari perjuangannya:
Kisah Herlina Sahran dan Herlina Kue Basah menjadi bukti bahwa peluang usaha tidak mengenal latar belakang maupun keterbatasan. Dengan membangun mental pantang menyerah dan mau terus belajar, UMKM dari daerah pun bisa maju dan bersaing. Kini, Herlina aktif menginspirasi generasi muda dan perempuan di sekitarnya untuk turut mulai usaha kecil-kecilan, agar ekonomi bisa bangkit dan mandiri dari daerah sendiri.
Harapan Herlina sederhana: melihat lebih banyak UMKM di Mamuju, Sulawesi Barat, naik kelas dan memberikan manfaat luas, tidak hanya untuk pelaku usaha tapi juga masyarakat sekitar. Bagi Herlina, usaha kue bukan sekadar mencari keuntungan, tapi juga menyebar kebaikan dan semangat gotong royong.
Perjalanan Herlina Sahran membangun Herlina Kue Basah adalah kisah nyata yang penuh inspirasi. Melalui tekad, inovasi, serta semangat pemberdayaan, ia berhasil mengangkat nama daerahnya dan membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa berdampak besar. Kisah ini mengingatkan kita semua, bahwa sukses tidak selalu harus dimulai dengan modal besar, tetapi dari niat yang baik, keberanian bermimpi, dan usaha tanpa henti.