Mengukir sukses dari nol bukanlah hal yang mudah, terlebih di daerah yang akses peluang ekonomi masih berkembang. Namun, Mustafah Nurul dan Nurul membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, serta inovasi, kesulitan apapun bisa dilalui. Kisah mereka sebagai pemilik Nurul Kios di Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi inspirasi bagi banyak orang yang bermimpi untuk maju dan mandiri di tanah sendiri.
Mustafah Nurul, lahir dan besar di Mamuju, awalnya dikenal sebagai seorang guru honorer yang berjuang menghidupi keluarga. Gaji yang tak seberapa membuatnya mempertimbangkan berbagai cara tambahan pemasukan. Bersama istrinya, Nurul, beliau mencoba berjualan kebutuhan pokok secara kecil-kecilan dari rumah. Bermodalkan kepercayaan dan niat membantu warga sekitar, pasangan ini pun membangun "Nurul Kios", berawal dengan etalase dan beberapa rak sederhana di teras rumah.
Kondisi geografis Mamuju yang cukup menantang, ditambah akses ke toko grosir dan pemasok yang sulit, membuat perjalanan mereka tak selalu mulus. Bahkan, pada awal usaha, seringkali mereka harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mengambil stok barang, dengan kendaraan seadanya. Namun, semangat untuk menghadirkan kemudahan bagi tetangga sekitar menjadi motivasi utama dalam menjalankan usaha ini.
Keteguhan dan komitmen Mustafah dan Nurul membawa perubahan besar pada Nurul Kios. Dari awalnya hanya menyediakan beberapa kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng, kini kios mereka telah berkembang menjadi pusat perbelanjaan kecil di lingkungan tersebut. Mereka memperluas produk, mulai dari sembako, alat tulis, perlengkapan rumah tangga, hingga produk pertanian lokal.
Selain itu, Mustafah Nurul juga berinovasi dengan menyediakan layanan titip beli barang secara kolektif untuk warga di sekitar desa. Layanan ini sangat membantu masyarakat, terutama yang bekerja di ladang atau yang jauh dari pasar, agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi. Kepercayaan warga pun semakin tinggi, bahkan menjadikan Nurul Kios sebagai rujukan utama untuk memenuhi kebutuhan harian.
Mustafah Nurul selalu menekankan pentingnya pelayanan dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Dengan prinsip jujur dan terbuka, mereka tak segan memberikan pengertian terkait harga naik atau stok kosong kepada pelanggannya. Bahkan, sistem pembayaran di Nurul Kios juga cukup fleksibel, terutama untuk pelanggan tetap yang kadang harus berhutang terlebih dahulu.
Kunci keberhasilan lain adalah aktif mendukung program-program desa, seperti menyediakan sembako saat ada kegiatan sosial, serta membuka peluang kerja bagi pemuda sekitar. Dengan begitu, kehadiran Nurul Kios tak hanya menguntungkan secara bisnis, tapi juga memberikan nilai tambah sosial bagi masyarakat.
Mamuju sempat diterpa bencana gempa besar pada Januari 2021 yang membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal, akses pangan, dan penghidupan. Nurul Kios sendiri mengalami kerusakan pada sebagian bangunan dan kehilangan stok barang. Namun, Mustafah dan Nurul tak tinggal diam. Mereka segera berbenah dan kembali membuka kios dengan stok darurat. Bahkan, selama masa pemulihan, mereka aktif dalam penyaluran bantuan, menyediakan sembako gratis untuk warga paling terdampak.
Pengalaman melewati masa-masa sulit ini justru semakin menguatkan tekad Mustafah dan Nurul untuk terus maju. Banyak pelanggan mengaku terbantu, bahkan solidaritas komunitas semakin erat setelah melewati bencana bersama. Nurul Kios kemudian dikenal bukan hanya sebatas warung, tapi sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat Mamuju.
Tak mau ketinggalan zaman, sejak 2022 Nurul Kios mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan dan pemesanan barang. Kios ini kini menerima pembayaran via dompet digital dan transfer bank untuk memudahkan pelanggan, khususnya kaum muda dan pekerja luar daerah. Selain itu, mereka juga memanfaatkan media sosial untuk menginformasikan promo atau stok baru, menjangkau lebih banyak pelanggan meski dari jauh.
Penerapan teknologi sederhana ini terbukti efektif meningkatkan pengelolaan stok, keuangan, dan pelayanan pelanggan. Mustafah bahkan mengadakan pelatihan bagi karyawan dan beberapa pemilik kios lain di sekitarnya agar semakin banyak UMKM teredukasi tentang manfaat transformasi digital.
"Jangan takut memulai dari bawah, jangan malu belajar dari kegagalan. Yang terpenting adalah niat, kejujuran, serta kemauan untuk terus berkembang bersama lingkungan sekitar."
Kisah Mustafah Nurul dan Nurul Kios menjadi bukti nyata bahwa peluang usaha bisa ditemukan di mana pun, bahkan di pelosok sekalipun, asalkan ada keinginan untuk maju. Dengan modal kerja keras, inovasi, dan kerelaan berbagi manfaat, bisnis kecil pun bisa sukses dan memberikan dampak luar biasa bagi komunitas. Kesuksesan mereka tidak hanya menjadi kebanggaan sendiri, namun juga inspirasi bagi banyak pelaku usaha mikro lainnya khususnya di Sulawesi Barat dan Indonesia Timur untuk berdaya di tanah sendiri.
Bagi Anda yang ingin memulai usaha, kisah ini mengingatkan bahwa rahasia sukses sejati bukan semata pada besarnya keuntungan, melainkan seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan bagi sekitar. Kisah Mustafah Nurul adalah contoh nyata, bahwa perubahan dimulai dengan satu langkah kecil dan mimpi besar.