Di balik kemegahan dan daya saing dunia fashion di Mamuju, Sulawesi Barat, terdapat sosok inspiratif yang berhasil mengangkat nama daerah sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Jufri Basri, seorang pengusaha muda kreatif asli Mamuju, berhasil membawa brand lokal Basri Boutique dikenal luas, baik di kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Barat.
Jufri Basri lahir dan besar di Mamuju. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang rajin dan penuh semangat untuk membantu orang tua. Keluarganya hidup sederhana dan kehidupannya penuh dengan lika-liku. Namun, Jufri memiliki mimpi besar; ia ingin mengubah nasib keluarganya dan membawa nama Mamuju lebih dikenal melalui bisnis fashion.
Perjalanan Jufri menuju dunia bisnis tidaklah mudah. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia mulai bekerja di toko pakaian milik pamannya. Dari sana, ia belajar banyak tentang dasar-dasar berwirausaha, mulai dari melayani pelanggan, memilih bahan, hingga menata ruang usaha. Dengan pengalaman ini, rasa percaya dirinya mulai tumbuh.
Dengan tabungan seadanya, Jufri memberanikan diri membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya. Ia membeli beberapa potong kain dan menjahit sendiri baju-baju muslim yang sederhana namun elegan. Produk pertamanya hanya dijual kepada tetangga dan teman-teman terdekatnya. Siapa sangka, dari mulut ke mulut, produknya mulai dikenal dan diminati banyak orang.
Saya selalu percaya bahwa kualitas dan kejujuran adalah kunci utama dalam usaha, ujar Jufri dalam suatu wawancara lokal. Dari sini, kepercayaan pelanggan mulai terbangun dan perputaran modalnya semakin baik.
Pada tahun 2016, dengan semangat yang tak pernah padam, Jufri resmi mendirikan Basri Boutique. Ia mengusung konsep butik yang tidak hanya menghadirkan busana muslim modern, tapi juga menggali kearifan lokal Sulawesi Barat dalam setiap desainnya. Salah satu ciri khas produknya adalah memadukan motif tradisional Mandar dengan sentuhan modern, sehingga menghasilkan karya fashion yang unik dan eksklusif.
Butik ini secara perlahan berkembang. Jufri juga tak ragu menggandeng para penjahit lokal dan para ibu rumah tangga di sekitar Mamuju untuk ikut berkarya. Hal ini tidak hanya membantu perekonomian keluarganya, tapi juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Jufri sangat peka terhadap perkembangan zaman. Ia mulai memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk memasarkan produknya. Setiap minggu, koleksi terbaru Basri Boutique diperkenalkan melalui unggahan foto dan video. Tidak sedikit pelanggan dari luar Sulawesi yang tertarik, bahkan beberapa pesanan datang dari Jakarta, Surabaya, hingga Makassar.
Inovasi lain yang dilakukan adalah dengan membuka kursus menjahit bagi anak muda di Mamuju. Harapannya, selain membuka peluang kerja, Basri Boutique juga bisa melahirkan penjahit-penjahit kreatif dari tanah Mandar.
Basri Boutique mendapatkan banyak apresiasi, baik dari pemerintah daerah maupun organisasi kewirausahaan lokal. Jufri Basri pernah menerima penghargaan sebagai Pengusaha Muda Inspiratif Sulawesi Barat & UMKM Berprestasi Daerah . Produk-produknya bahkan beberapa kali diikutsertakan dan dipamerkan pada event fashion nasional, menandakan kualitas dan kreativitasnya mulai diakui.
Tidak hanya sukses secara finansial, Jufri juga puas karena bisa memberdayakan warga lokal terutama ibu rumah tangga, sehingga mereka mendapat tambahan penghasilan yang layak. Hal ini semakin memperkuat komitmennya untuk membesarkan usaha tanpa melupakan kontribusi sosial.
Pandemi COVID-19 sempat memukul usaha Jufri. Penjualan mengalami penurunan karena pembatasan aktivitas masyarakat. Namun, Jufri tidak menyerah. Ia melakukan penyesuaian dengan memproduksi masker kain stylish dan membuka layanan penjualan online secara lebih intens. Taktik ini membuahkan hasil dan mampu menyelamatkan usaha dari keterpurukan.
Ketangguhan dan inovasi Jufri Basri selama masa sulit ini menginspirasi banyak pengusaha kecil di Sulawesi Barat untuk tetap bertahan dan berinovasi di tengah tantangan.
Kisah Jufri Basri adalah potret nyata bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan hasil kerja keras, inovasi, dan tidak henti-hentinya belajar dari pengalaman. Bagi Jufri, kegagalan adalah proses menuju sukses. Ia pun sering berbagi pengalaman dalam seminar kewirausahaan di kampus-kampus sekitar Mamuju.
Kalau ingin berhasil, mulai saja dulu. Jangan takut gagal. Fokus pada kualitas dan kebutuhan pasar. Jadikan tantangan sebagai motivasi, pesan Jufri untuk anak muda.
Saat ini, Basri Boutique telah mempekerjakan lebih dari 20 orang, dan setiap minggunya ratusan potong busana dikirim ke berbagai kota di Indonesia. Jufri bertekad untuk membawa Basri Boutique tidak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga tampil di panggung internasional, membawa kekayaan budaya Sulawesi Barat hingga ke luar negeri.
Keberhasilan Jufri Basri membuktikan bahwa UMKM lokal mampu bersaing di era global, asalkan dibarengi dengan inovasi, kerja keras, dan niat mulia untuk membangun daerah asal. Kisahnya menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha dari nol, bahkan dari keterbatasan sekalipun.
Kesuksesan Jufri Basri dalam membangun Basri Boutique di Mamuju, Sulawesi Barat adalah contoh nyata bagaimana ketekunan dan keuletan, dipadukan dengan kemampuan membaca peluang serta keberanian mengambil risiko, dapat mengubah kehidupan seseorang dan berdampak positif pada lingkungan sekitar. Kisah ini diharapkan dapat menjadi motivasi tidak hanya bagi pelaku UMKM, tapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ingin berkembang dan mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih tinggi.