Inspirasi Bisnis Sembako dari Tanah Mandar yang Menjadi Cerita NasionalKisah Sukses Laila Nurdin dan Laila Sembako di Mamuju, Sulawesi Barat
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak kisah inspiratif, terutama dari para pelaku usaha kecil dan menengah. Salah satu kisah menarik datang dari Mamuju, Sulawesi Barat. Di sana, ada figur bernama Laila Nurdin, sosok perempuan tangguh yang membangun dan membesarkan usaha sembako dengan label Laila Sembako. Kisah perjuangan Laila Nurdin tidak hanya menginspirasi masyarakat lokal, namun juga menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, kesuksesan bisa diraih meski berasal dari daerah yang jauh dari pusat perkotaan.
Laila Nurdin berasal dari keluarga sederhana di Mamuju. Sejak remaja, ia terbiasa membantu orang tuanya yang berdagang di pasar tradisional. Kepedulian keluarga terhadap kebutuhan harian masyarakat sekitar menanamkan nilai-nilai kerja keras dalam diri Laila. Seiring waktu, ia pun semakin memahami seluk-beluk jual beli kebutuhan pokok atau sembako, mulai dari pemilihan barang, pengelolaan stok, hingga pelayanan pelanggan.
Pada tahun 2012, dengan modal awal yang sangat terbatas hasil tabungan serta sisa penghasilan orang tuanya, Laila memberanikan diri membuka toko sembako kecil di pinggiran Kota Mamuju. Toko tersebut diberi nama Laila Sembako. Pada awalnya, tantangan terbesar yang dihadapi Laila adalah adanya persaingan harga yang ketat antar toko di daerah tersebut. Namun Laila yakin, dengan pelayanan yang ramah dan kejujuran, ia dapat memenangkan hati pelanggannya.
Tidak mudah bagi Laila untuk mengembangkan usaha sembakonya. Selain kendala modal, ia juga harus berhadapan dengan masalah distribusi barang yang sering kali terhambat akibat kondisi geografis Mamuju. Pengiriman barang dari Makassar ke Mamuju kerap terlambat karena cuaca buruk dan akses jalan yang sulit. Namun, Laila memilih untuk tidak menyerah.
Ia mencari supplier yang dapat dipercaya dan membangun jaringan kerja sama dengan beberapa distributor lokal. Pelan tapi pasti, Laila Sembako mulai dikenal warga sekitar karena selalu menyediakan kebutuhan pokok yang segar dan lengkap dengan harga terjangkau. Ia juga menerapkan sistem pencatatan penjualan secara rapi dan mulai memanfaatkan teknologi sederhana lewat aplikasi pencatatan keuangan di ponsel.
Tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, Laila Nurdin juga berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat sekitarnya. Ia membuka kesempatan kerja bagi tetangga yang membutuhkan, terutama para ibu rumah tangga. Kebijakan ini mendapat respon positif sehingga toko Laila Sembako semakin diterima di lingkungan sekitar.
Selain itu, Laila juga dikenal sering mengadakan program sosial seperti pembagian sembako gratis bagi masyarakat kurang mampu terutama di bulan Ramadan atau saat terjadi bencana alam, seperti gempa Mamuju 2021. Kegiatan sosial ini menunjukkan bahwa kesuksesan bisnis sebaiknya dibagikan agar dapat membawa manfaat bagi lebih banyak orang.
Dengan kemajuan teknologi, Laila tidak ragu untuk mulai beradaptasi. Ia mengikuti pelatihan UMKM dan menerapkan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer bank. Dengan demikian, pelanggan yang tidak membawa uang tunai tetap dapat berbelanja di tokonya. Ia juga membuat akun media sosial untuk memperluas promosi dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.
Penerapan digitalisasi ini membuahkan hasil. Tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuat Laila Sembako menjadi salah satu toko sembako paling modern di Mamuju yang dikelola oleh pelaku UMKM perempuan. Hal ini pun mendapat pengakuan dari pemerintah daerah setempat.
Kisah Laila Nurdin bukan hanya tentang kesuksesan bisnis, tetapi juga tentang perjuangan perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi. Di tengah keterbatasan, ia membuktikan bahwa dengan ketekunan, kejujuran, inovasi, dan kepedulian sosial, kesempatan untuk berjaya selalu terbuka lebar.
Banyak pelaku UMKM lain di Mamuju yang belajar dari strategi Laila, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan pelayanan pelanggan. Ia pun tak segan berbagi pengalaman lewat forum UMKM lokal, pelatihan gratis, dan menjadi narasumber dalam berbagai seminar keuangan dan pemberdayaan perempuan.
Kesuksesan Laila Nurdin dan Laila Sembako di Mamuju, Sulawesi Barat, adalah bukti bahwa keberhasilan bisa diraih siapa saja, tanpa memandang latar belakang atau lokasi. Keuletan, keberanian dalam berinovasi, serta kepedulian terhadap sesama adalah kunci utama keberhasilan Laila. Kisahnya diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku usaha, khususnya perempuan di berbagai pelosok Indonesia untuk terus berusaha, berinovasi, dan tidak takut meraih impian.
Laila percaya, Sukses itu bukan hanya tentang seberapa besar keuntungan, melainkan seberapa besar manfaat yang kita berikan bagi orang lain. Semoga semangat Laila terus menular dan membangkitkan optimisme bagi para pelaku UMKM tanah air.