Setiap daerah memiliki cerita inspiratif mengenai tokoh-tokoh lokal yang berhasil mengangkat ekonomi dan menjadi pelopor usaha di sekitarnya. Salah satu sosok yang patut dicontoh dari Mamuju, Sulawesi Barat, adalah Zubaidah Aziz, pendiri Aziz Boutique. Kisah perjuangan dan keberhasilan Zubaidah Aziz dalam membangun butik di kota Mamuju tidak hanya membuktikan kekuatan semangat kewirausahaan, namun juga menegaskan peran wanita dalam membangun komunitas dan ekonomi daerah.
Zubaidah Aziz lahir dan besar di Mamuju, sebuah kota yang kini tumbuh pesat sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan di Sulawesi Barat. Dengan latar belakang keluarga sederhana, Zubaidah sudah terbiasa membantu orang tuanya berdagang tekstil di pasar tradisional. Dari sana, ia belajar mengenai selera konsumen, kualitas kain, dan bagaimana membangun kepercayaan pelanggan.
Saya memulai semuanya dari nol, hanya dengan modal keberanian dan tekad untuk maju, ungkap Zubaidah Aziz dalam satu wawancara lokal.
Pada tahun 2008, dengan tabungan seadanya, Zubaidah memutuskan membuka butik kecil di salah satu sudut kota Mamuju. Berbekal pengalaman dan relasi dari pasar, dia mengisi toko pertamanya dengan koleksi pakaian muslim, baju pesta, dan kain lokal tenunan Sulawesi. Inovasi yang dilakukan Zubaidah adalah memadukan desain modern dengan motif tradisional, sehingga produknya unik dan mudah diterima pasar.
Perjalanan Aziz Boutique tidak selalu mulus. Di tahun-tahun awal, Zubaidah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan dengan toko-toko fashion yang lebih dahulu ada, hingga masalah kurangnya modal kerja. Namun, keuletan Zubaidah dalam membangun jaringan pemasok, menghadirkan layanan ramah, dan memahami kebutuhan pelanggan membuat butik miliknya cepat dikenali.
Ia rajin mengikuti pameran dan festival kain lokal, berkolaborasi dengan perancang busana muda, serta mempromosikan butik melalui media sosial. Peningkatan kreativitas dan jalinan komunitas menjadi kunci. Pada 2013, Aziz Boutique mulai menerima pelanggan dari luar Mamuju, bahkan dari kabupaten lain di Sulawesi Barat. Penjualan daring juga dipelopori lewat marketplace lokal.
Salah satu pencapaian terbesar Zubaidah Aziz adalah mampu mengangkat pengrajin dan komunitas lokal. Melalui Aziz Boutique, ia membuka lapangan kerja bagi puluhan wanita, baik sebagai penjahit maupun staf toko. Setiap tahun, butik tersebut mengadakan lomba desain busana bagi anak muda Mamuju, sekaligus mencari bibit perancang fashion dari daerah.
Zubaidah juga dikenal sebagai tokoh penggerak UMKM wanita Sulawesi Barat. Ia sering menjadi mentor dalam pelatihan bisnis yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM setempat, berbagi pengalaman bagaimana membangun usaha dari bawah dan menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk butik serta produk lokal.
Keberhasilan Aziz Boutique yang dicapai secara organik membawa Zubaidah memperoleh berbagai penghargaan. Di antaranya adalah Pengusaha Wanita Inspiratif Sulawesi Barat pada tahun 2015, serta Penghargaan UMKM Teladan dari pemerintah daerah. Dari butik kecil yang dibuka pada 2008, kini Aziz Boutique telah memiliki dua cabang di pusat kota Mamuju dan satu cabang di Polewali Mandar.
Selain penghargaan formal, Aziz Boutique sering menjadi contoh di berbagai seminar dan pelatihan, sebagai model usaha fashion berbasis lokal yang bisa dibangun oleh siapa saja, asal telaten dan inovatif.
Seperti pengusaha lainnya, Zubaidah tidak luput dari tantangan. Ketika pandemi melanda, penjualan butik sempat menurun drastis. Namun, ia segera beralih pada strategi online, menawarkan layanan konsultasi via WhatsApp serta pengiriman gratis ke seluruh Sulawesi Barat. Sikap adaptif ini membuat Aziz Boutique tetap bertahan dan bahkan semakin dikenal oleh pelanggan baru dari luar kota.
Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas produk dan memperkenalkan brand Aziz Boutique ke pasar nasional. Dengan dukungan komunitas dan kemauan belajar yang terus tumbuh, Zubaidah yakin Aziz Boutique akan bisa bersaing dengan butik-butik besar di Indonesia.
Kisah Zubaidah Aziz membuktikan bahwa dengan tekad kuat, kecintaan terhadap budaya lokal, dan strategi bisnis yang tepat, usaha kecil bisa tumbuh menjadi besar dan bermanfaat bagi banyak pihak. Menurut Zubaidah, kunci utama adalah keuletan, keberanian mencoba hal baru, dan membangun jaringan relasi yang luas.
Saya ingin setiap wanita di Mamuju tahu, bahwa mereka juga bisa menjadi pelaku usaha sukses asal tidak takut gagal dan terus belajar, ujar Zubaidah.
Aziz Boutique kini bukan sekadar tempat belanja fashion, melainkan juga pusat kreativitas bagi generasi muda, serta menjadi role model bagi UMKM wanita. Setiap tahun, Zubaidah menargetkan lebih banyak pelatihan dan kolaborasi agar tumbuh pengusaha wanita baru di Sulawesi Barat.
Kini, dengan merek Aziz Boutique yang semakin berkembang, Zubaidah Aziz berencana membuka cabang di Makassar dan mengembangkan produk-produk ready-to-wear berbahan kain tenun Sulawesi Barat. Ia berharap, usahanya tidak hanya memberi dampak ekonomi lokal, namun juga memperkenalkan kekayaan budaya dan produk UMKM Sulawesi Barat ke tingkat nasional.
Kisah Zubaidah Aziz dan Aziz Boutique menjadi bukti bahwa perubahan sosial ekonomi dapat dimulai dari satu orang, satu gagasan, dan satu tempat kecil. Mamuju kini memiliki role model dan sumber inspirasi dalam mengembangkan usaha fashion dan memberdayakan komunitas lokal. Dengan semangat pantang menyerah, inovasi, dan nilai-nilai budaya, Zubaidah Aziz berhasil membawa Aziz Boutique melangkah jauh menjadi pelopor fashion lokal yang berdaya saing tinggi.